Cara Menghitung Persen Dengan Benar

Mungkin diantara Anda ada yang masih belum paham tentang bagaimana cara menghitung persen. Cara menghitung persen adalah termasuk hal yang perlu Anda kuasai karena nantinya Anda benar – benar membutuhkannya pada kehidupan harian Anda.

Materi – materi yang ada kaitannya dengan cara menghitung persen pastinya ada di semua bidang kehidupan. Secara khusus ada dalam usaha jual beli atau dalam bisnis. Cara menghitung yang tepat akan kami berikan dalam informasi di bawah ini!

Cara Menghitung Persen Dengan Kalkulator

Cara menghitung Persen

Berikut ini beberapa cara menghitung persen dengan kalkulator yang umum digunakan. Disertakan juga beberapa contoh untuk mempermudah dalam memahami. Jika Anda masih kesulitan, tulis di kolom komentar ya.

Cara umum menghitung persen

Cara menghitung persen secara umum bisa Anda simak dalam rumus berikut ini :

Presentase (%) = (bagian/ seluruh) x 100

Melalui rumus diatas, Anda dapat mengganti rasio atau pecahan ke dalam sebuah presentase dimana intinya Anda perlu mengalikan pecahan atau rasio dengan angka 100 yang memberikan hasil suatu presentasenya. Rumus ini juga bisa Anda pakai dalam menghitung pecahan dari nilai suatu presentase yang kita sudah tahu. Di bawah ini kami berikan contoh soal untuk menghitung presentase yang Anda bisa simak dan pelajari.

Soal 1 :

Berapa hasil 50% dari 100?

50/ 100 x 100 – 50

Jadi jawaban dari soal cara menghitung persen secara umum tersebut adalah 50.

Soal  2 :

Sebuah baju seharga 50 ribu rupiah dijual dengan diskon sebesar 10%. Bagaimana mencari 10% dari 50 ribu rupiah tersebut? Dan berapa harga baju setelah diskon yang diberikan?

Rumus = Nilai persen x nilai pecahan : 100

                = 10 x 50.000/ 100 = 5.000

Maka harga baju setelah diskon yang diberikan dan harus dibayarkan oleh orang yang ingin membeli baju tersebut adalah 50 ribu rupiah – 5 ribu rupiah harga diskon, maka yang harus dibayarkan adalah sebesar 45 ribu rupiah.

Cara menghitung persen bunga

Menghitung persentase biasanya digunakan untuk menghitung persentase apapun. Termasuk juga diperlukan untuk menghitung persentase bunga. Nah, pada kesempatan kali ini kita juga akan mencari tahu bagaimana cara menghitungnya.

Anda yang berniat untuk beli motor atau mobil dengan sistem kredit, sebelum terjebak dengan pembayaran cicilan + beban bunga yang besar terlebih dahulu Anda harus bisa menghitung biaya bunganya. Dengan Anda menghitung biaya bunganya terlebih dahulu maka Anda bisa memperkirakan berapa cicilan per bulan yang Anda harus bayarkan beserta bunganya. Anda juga bisa memperkirakan apakah sudah sesuai dengan kemampuan financial Anda atau tidak.

Jika Anda membeli mobil atau motor dengan sistem kredit bank, cara menghitung bunga kredit bank seperti halnya menghitung jumlah bunga kredit kendaraan secara umum. Presentasenya per seratus atau dalam artian di bagi 100.

Sebagai contoh :

  • 1% = 1 : 100
  • 10% = 10 : 100
  • 20% = 20 : 100

Contoh soal :

Anda melakukan kredit uang di bank dengan jumlah sebesar 20.000.000 selama 1 tahun. Bunga yang harus Anda bayarkan atau bunga yang dibebankan kepada Anda sebesar 2% setiap bulannya. Jadi jumlah total bunga bank tersebut sebesar :

Bunga bank        = 20.000.000 x 2%

                                = 20.000.000 x 2/ 100

                                = 40.000.000 / 100

                                = 400.000

Maka bunga yang Anda harus bayarkan setiap bulannya mencapai 400 ribu rupiah. Jika Anda akumulasikan total tersebut dalam 12 bulan maka dikalikan 12. Hasilnya 400.000 x 12 bulan = 4,8 juta rupiah.

Nah, kalau sudah kita sekarang balik kasusnya. Jika pinjaman Anda di bank sejumlah 20.000.000, kemudian bunganya masing – masing bulan adalah 400.000. Berapa presentase bunga tersebut?

Maka rumusnya adalah = (bunga per bulan / total bunga) % = (400.000 / 20.000.000) %  = 0,02%

Cara menghitung bunga bank kredit mobil atau motor

Dalam urusan kredit mobil atau motor, sebenarnya pihak dealer tidak mengeluarkan kredit kendaraan pada diri pengkredit. Akan tetapi pembayaran kendaraan Anda dibayar secara lunas dari bank leasing kepada pihak dealer. Kemudian pembayaran seterusnya selayaknya ketika Anda meminjam uang ke bank.

Dealer hanya sekedar menyelesaikan urusan surat – surat kendaraan bermotor Anda misalkan STNK, BPKB, serta plat nomor. Kemudian ke depannya, pihak dealer memiliki tanggung jawab atas garansi service selama perjanjian yang termaktub didalam kontrak yang telah disetujui masih berlangsung.

Lantas bagaimana terkait dengan cara menghitung persen DP (Down Payment) atau yang sering kita sebut dengan uang muka dalam agenda kredit motor atau mobil?

Contohnya, Anda memilih kredit motor bebek pada salah satu dealer yang terdapat di kota Anda. Harga motor tersebut sebesar 14 juta serta Anda membayar uang muka sejumlah 4 juta rupiah. Sehingga sisa pokok harga motor yang Anda wajib lunasi sebesar 10 juta rupiah. Kemudian, total kredit yang dibayar oleh leasing kepada dealer sebesar 10 juta rupiah sesudah yang dikurangi dengan Down Payment yang Anda sudah bayarkan. Lama cicilan Anda melunasi pinjaman ke leasing adalah 3 tahun atau 36 bulan.

Cara menghitung presentase bunganya sebagai berikut :

Harga motor       = 14 juta rupiah

DP                          = 4 juta rupiah

Lama cicilan        = 3 tahun (36 bulan)

Dari kasus diatas, cara menghitungnya sebagai berikut :

Bunga total (36 bulan) = 400.000 x 36 = 14.400.000

Bunga total (36 bulan) = 14.400.000 – 10.000.000 = 4.400.000

Bunga total (36 bulan) = 4.400.000 / 36 = 122.222

Presentase bunga = 122.222 / 10.000.000 = 0,012 atau 1,2% per bulan.

Namun biasanya sebagai orang yang mengkredit motor atau mobil, Anda tak perlu pusing dengan urusan menghitung bunga karena hal tersebut sudah dihitung oleh pihak yang bertugas didalamnya yaitu pihak leasing yang meminjami Anda uang untuk mengkredit mobil atau motor ke pihak dealer.

Total jumlah presentase bunga ini kira – kira sudah meliputi premi asuransinya. Besar bunga dalam 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun tentunya akan berbeda tergantung suku bunga dan kebijakan. Semoga informasi yang kami berikan diatas sudah memberikan pengetahuan tentang cara menghitung persen baik cara umumnya atau menghitung bunganya.

Tinggalkan komentar